(0733) 321194
admin@uswatunhasanahllg.sch.id

Para Guru Antusias Ikuti Pelatihan AKM Berbasis Kearifan Lokal

Semangat belajar dan semangat berbagi ilmu tampak begitu kuat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen Universitas PGRI Silampari di Yayasan Uswatun Hasanah, Kota Lubuklinggau. Pelatihan yang difokuskan pada penyusunan AKM literasi berbasis kearifan lokal ini diikuti dengan antusias oleh para guru dari jenjang PAUD hingga SD.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dalam pelatihan tersebut, para guru tidak hanya menerima materi teoretis, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam praktik penyusunan soal asesmen yang kontekstual dengan budaya lokal Lubuklinggau.

Pelatihan ini menarik karena menyentuh dua hal penting sekaligus: penguatan asesmen literasi dan pelestarian budaya lokal. Guru diajak untuk menggali kembali cerita rakyat, kebiasaan sosial, serta nilai-nilai lokal yang ada di sekitar mereka untuk dijadikan bahan soal literasi. Peserta diberikan kebebasan mengeksplorasi kisah Ulak Lebar, Batu Urip, bahkan praktik adat masyarakat setempat seperti gotong royong atau budaya salam tempel dalam perayaan.

Tak hanya itu, pelatihan juga mengajak peserta menggunakan aplikasi digital untuk menyusun dan menyajikan soal AKM secara kreatif. Aplikasi seperti Google Form dan Canva diperkenalkan sebagai alat bantu dalam proses digitalisasi asesmen. Para guru tampak antusias mencoba fitur-fitur baru, membuat soal digital, dan mendesain tampilan soal yang lebih menarik.

Antusiasme ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, diskusi yang hidup, serta hasil pekerjaan peserta yang menunjukkan kualitas dan kreativitas tinggi. Beberapa guru bahkan mengaku merasa terinspirasi untuk menyusun modul pembelajaran tematik berbasis lokal setelah mengikuti pelatihan.

Keberhasilan pelatihan ini tak lepas dari pendekatan humanis dan kolaboratif dari tim dosen Universitas PGRI Silampari. Para dosen tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendampingi peserta dalam menyusun soal, memberikan umpan balik langsung, serta menciptakan suasana belajar yang terbuka dan menyenangkan.

Bagi para guru, pelatihan ini menjadi pengalaman yang membangkitkan semangat dan kepercayaan diri. Mereka merasa diakui sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan yang bermakna. Guru PAUD, yang sebelumnya merasa kurang percaya diri menyusun soal literasi, kini berani mencoba dan menunjukkan hasil yang membanggakan.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat, para guru mampu menjadi agen perubahan dalam pendidikan. Dengan semangat dan keterampilan baru, mereka siap membawa nilai-nilai lokal ke dalam ruang kelas dengan cara yang lebih segar dan relevan bagi siswa zaman sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *